Minggu, 13 Desember 2015

Pengenalan Traktor




PENGENALAN TRAKTOR
(Laporan Praktikum Alat Mesin Pertanian)




Oleh:

Ahmad Syahabudin
1314071004








LABORATORIUM DAYA ALAT DAN MESIN PERTANIAN
JURUSAN TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2015





BAB.I
PENDAHULUAN


1.1.Latar Belakang

Alat dan mesin pertanian adalah berbagai alat dan mesin yang digunakan dalam usaha pertanian. Beberapa contoh alat pertanian adalah sprayer tipe gendong dan alat penanam benih padi (transplanter). Sedangkan contoh mesin adalah traktor roda dua, mesin penggiling, dan mesin pemanen padi.

Ciri utama pertanian modern adalah produktivitas, efisiensi, mutu dan kontinuitas pasokan yang terus menerus harus selalu meningkat dan terpelihara. Produk-produk pertanian kita baik komoditi tanaman pangan (hortikultura), perikanan, perkebunan dan peternakan menghadapi pasar dunia yang telah dikemas dengan kualitas tinggi dan memiliki standar tertentu. Tentu saja produk dengan mutu tinggi tersebut dihasilkan melalui suatu proses yang menggunakan muatan teknologi standar.

Untuk itu, dibutuhkan teknologi-teknologi yang modern yang dapat menunjang produktivitas pertanian. Oleh karena itulah pertanian pada masa sekarang sudah mulai beralih menggunakan teknologi modern dalam mengolah bidang pertanian.Pengolahan tanah dalam usaha budidaya pertanian bertujuan untuk menciptakan keadaan tanah olah yang siap tanam baik secara fisis, kemis, maupun biologis, sehingga tanaman yang dibudidayakan akan tumbuh dengan baik. Pengolahan tanah terutama akan memperbaiki secara fisis, perbaikan kemis dan biologis terjadi secara tidak langsung.

Traktor roda empat merupakan salah satu mesin pengolah tanah yang kini mulaibanyak digunakan petani dalam mengolah tanah. Sebagai mesin pengolah tanah traktor haruslah dilengkapi dengan peralatan pengolah tanahnya,seperti  bajak, garu, ataupun bajak rotari. Untuk mengenal traktor sebagaimesin pengolah tanah, maka perlu dipahami prinsip kerja serta persyaratankondisi kerja,  perlengkapan, serta kegunaannya. Sehingga penting dilakukan praktikum tentang  pengenalan traktor untuk menunjang pengetahuan tentang traktor. Dimana pada praktikum kali ini akan membahas traktor roda empat.


1.2.Tujuan

Adapun tujuan praktikum ini yaitu sebagai berikut :
1.      Mengetahui bagian-bagian traktor roda empat.
2.      Mempelajari fungsi setiap bagian taktor.
3.      Mempelajari sistem pendinginan pada traktor.
4.      Mempelajari prinsip kerja motor bakar pada traktor.
5.      Mengetahui sistem pengapian pada traktor.

















BAB.II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Traktor

            Traktor roda empat adalah salah satu alat pengolah tanah jika dilengkapidengan peralatan pengolah tanah, seperti bajak singkal, bajak piring, garupiring, dll. Secara umum traktor roda empat adalah traktor dengan tenagapenggerak dari motor diesel dengan didukung empat buah roda. Traktor inidirancang untuk bekerja di lahan kering, bukan untuk lahan sawah.Berdasarkan ukurannya dibedakan menjadi traktor mini, menengah, dantraktor  besar(Lubis,1991).

Sebagai mesin pengolah tanah traktor haruslah dilengkapi dengan peralatan pengolah tanahnya, seperti  bajak, garu, ataupun bajak rotari. Untuk mengenal traktor sebagai mesin  pengolah tanah, maka perlu dipahami prinsip kerja serta persyaratan kondisi kerja, perlengkapan, serta kegunaannya(Siregar, M. dan A. Nasution. 1984).

Traktor roda empat adalah salah satu alat pengolah tanah jika dilengkapi dengan peralatan pengolah tanah, seperti bajak singkal, bajak piring, garu piring, dll. Secara umum traktor roda empat adalah traktor dengan tenaga penggerak dari motor diesel dengan didukung empat buah roda. Traktor ini dirancang untuk bekerja di lahan kering, bukan untuk lahan sawah.Berdasarkan ukurannya dibedakan menjadi traktor mini, menengah, dan traktor besar (lutfi,2012).




2.2. Prinsip Kerja Alat

Traktor roda empat dioperasikan oleh operator yang duduk di atas tempat duduk sambil mengemudikannya. Peralatan pengolah tanah dipasangkan atau disambungkan dengan traktor melalui perangkat yang disebut three hitch point atau penyambungan titik tiga, yang terdiri sepasang garpu kiri dan kanan, sedangkan satu tuas lainnya berada di bagian atas sistem penyambungan titik tiga, disebut top link (tuas penyambung bagian atas).Dengan menggunakan sistem penyambungan ini pengaturan posisi peralatan (bajak, dll.) yang diinginkan dapat diatur dengan memanjangkan atau memendekkan tuas penyambung atas. Untuk mengamankan agar traktor tidak terangkat pada saat dioperasikan untuk pengolahan tanah, maka traktor perlu diseimbangkan dengan memasang beban tambahan pada bagian depan traktor. Dengan melakukan persiapan seperti ini, maka traktor telah siap dioperasikan untuk pengolahan tanah.

            Beberapa hal ini perlu diperhatikanketika hendak menggunakan traktor rodaempat dalam pengolahan tanah. Pertama, atur posisi sudut bajak (peralatan yang lain) dengan permukaan tanah disesuaikan dengan kondisi tanahnya (tanah berat atau ringan). Kedua, pengaturan posisi sudut bajak dilakukan melalui tuas penyambungan titik tiga.Ketiga, pasangkan beban penyeimbang di bagian depan traktor. Keempat, traktor siap dioperasikan untuk mengolah tanah.


2.3. Manfaat Lain
Traktor roda empat ini juga bermanfaat untuk kepentingan lain: 1) Untuk menarik peralatan pengolah tanah, peralatan budidaya (pemupuk, penyemprot, gerobak, dll.); 2) Untuk menggerakkan peralatan stasioner (pom pa air, mesin prosessing, dll.); 3) Untuk transportasi di kebun.


2.4. Kelengkapan Alat
Traktor roda empat merupakan mesin yang berfungsi untuk penghela atau penarik peralatan. Untuk dapat digunakan sebagai mesin pengolahan tanah, maka harus dilengkapi dengan perlengkapan pengolah tanah, seperti bajak singkal, bajak piring, garu piring, alat penyemprot hama dan penyakit tanaman, dll.
Perawatan traktor roda empat perlu dilakukan secara rutin dan perawatnya perlu mengenali bagian bagian traktor dan fungsinya masing-masing. Spesifikasi traktor roda empat sangat bervariasi bergantung pada besarnya daya penggerak, ukuran ban, daya tarik, daya angkat, persneling, dan lain-lain.
Bagian-bagian utama dari traktor roda empat memiliki fungsi masing- masing :
  1. Sistem kemudi: alat untuk mengendalikan jalannya dan atau operasi traktor di lapangan.
  2. Roda depan : roda bagian depan dari traktor yang berfungsi untuk pengendalian, danmemiliki ukura diameter lebih kecil dari roda bagian belakang.
  3. Roda bagian belakang dengan ukuran diameter lebih besar dari roda bagian depan traktor yang berfungsi menumpu beban traktor dan peralatan yang terpasang.
  4. Chasis traktor : bagian rangka traktor roda empat yang juga merangkap sebagai rumah dari sistem transmisi.
  5. Pemberat : besi cor yang dirancang khusus untuk pemberat traktor agar tidak trangkat pada saat mengolah tanah.
  6. Poros PTO : poros yang difungsikan untuk menggerakkan peralatan yang dalam pengoperasiannya memerlukan putaran (bajak rotary), atau untuk menggerakkan peralatan stasioner. Ketujuh, sistem penyambungan peralatan : bentuk peralatan pengolahan tanah yang relative besar, maka pada traktor roda empat memerlukan mekanisme penyambungan khusus, yakni sistem penyambungan titik tiga (three hitch poin) (Siswanto,2012).




BAB.III
METODOLOGI


3.1. Waktu Tempat

Praktikum ini di lakukan pada hari jumat, 23 maret 2015 pada pukul 13.00 -15.00. bertempat di Laboratorium Daya, Alat, dan Mesin pertanian jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung


3.2. Alat dan Bahan
           
            Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu traktor roda empat, alat tulis dan kamera.


3.3. Prosedur Kerja


-Disiapkan alat dan bahan
-Diamati bagian-bagian traktor 
-Dicatat nama-nama bagian dari traktor 
-Difoto masing-masing bagian.




































 














 BAB.IV
PEMBAHASAN


A.    Motor Bakar

Traktor memerlukan motor bakar sebagai sumber tenaga.  Ada dua jenis motor bakar yaitu motor bakar 4 tak dan motor bakar 2 tak. Perbedaan motor bakar 4 tak dan motor bakar 2 tak adalah sebagai berikut :
No.
Hal yang dibicarakan
Motor 4 tak
Motor 2 tak
1.


2.



3.
4.
Proses terjadinya usaha atau tenaga.

Intake, compression, power, exhaust


Pembakaran
Tenaga
Dibutuhkan 4 langkah piston atau 2 putaran poros engkol
Masing-masing membutuhkan 1 langkah piston penuh

Sempurna dan hemat
Lebih rendah dari motor 2 tak
Dibutuhkan 2 langkah piston atau 1 putaran poros engkol
Intake, compression pada satu langkah dan power, exhaust pada  langkah yang lain
Kurang Sempurna
Lebih tinggi dari motor 4 tak
         
Motor bakar adalah mesin atau pesawat yang menggunakan energi termal untuk melakukan kerja mekanik, yaitu dengan cara merubah energi kimia dari bahan bakar menjadi energi panas, dan menggunakan energi tersebut untuk melakukan kerja mekanik. Energi termal diperoleh dari pembakaran bahan bakar pada masin itu sendiri. Jika ditinjau dari cara memperoleh energi termal ini (proses pembakaran bahan bakar), maka motor bakar dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu: motor pembakaran luar dan motor pembakaran dalam.

1.       Motor Bakar 2 Tak
Pada dasarnya prinsip kerja motor 2-tak sangat simpel/sederhana.  Pada satu siklus pembakaran terjadi dua kali langkah seker/piston.Jadi dalam motor bensin 2 tak, piston melakukan 2 kali langkah kerja dalam 1 kali langkah usaha.
Langkah kompresi dan langkah hisap pada langkah ini dalam motor 2 tak terjadi 2 aksi berbeda yang terjadi secara bersamaan yaitu aksi kompresi yang terjadi pada ruang silinder atau pada bagian atas dari piston dan aksi hisap yang terjadi pada ruang engkol atau pada bagian bawah piston. Sedangkan yang terjadi dalam langkah ini adalah : torak bergerak dari TMB (titik mati bawah) ke TMA (titik mati atas). -pada saat saluran pembiasan tertutup mulai dilakukan langkah kompresi pada ruang silinder. dan pada saat saluran hisap membuka maka campuran udara dan bensin akan masuk ke dalam ruang engkol.
Langkah usaha dan buang Dan pada langkah ini terjadi langkah usaha dan buang yang terjadi pada saat yang tidak bersamaan, jadi langkah usaha dahulu barulah setelah saluran pembiasan dan saluran buang terbuka terjadi langkah buang. Yang terjadi dalam langkah ini adalah : -sebelum piston mencapai TMA (titik mati atas), busi akan memercikan bunga api listrik sehingga campuran udara dan bahan bakar akar terbakar dan menyebabkan timbulnya daya dorong terhadap piston, sehingga piston akan bergerak dari TMA (titik mati atas) ke TMB (titik mati bawah). sesaat setelah saluran hisap tertutup dan saluran bias serta saluram buang membuka maka campuran udara dan bahan bakar yamg berada diruang engkol akan mendorong gas sisa hasil pembakaran melalui saluran bias ke saluran.

2.       Motor 4 Tak
            Pada mesin motor 4 tak atau four stroke engine adalah sebuah mesin dimana untuk menghasilkan sebuah tenaga memerlukan empat proses langkah naik turun piston, duakali rotasi kruk as, dan satu putaran noken as (camsaft).
Empat proses tersebut terbagi dalam siklus:
1.       Langkah Hisap
Bertujuan untuk memasukkan kabut udara bhan bakar kedalam silinder. Sebagai mana tenaga mesin diproduksi tergantung dari jumlah bahan bakar yang terbakar selama proses pembakaran.
2.       Langkah Kompresi
Dimulai saat klep inlet menutup dan piston terdorong kearah ruang bakar akibat momentum dari kruk as dan flywheel. Tujuan dari langkah kompresi adalah untuk meningkatkan temperature sehingga campuran udara bahan bakar dapat bersenyawa. Rasio kompresi ini nantinya berhubungan erat dengan produksi tenaga.

3.       Langkah Tenaga
Dimulai ketika campuran udaa/bahan bakar dinyalakan oleh busi. Dengan cepat campuran yang terbakar ini merambat dan terjadilah leakan yang tertahan oleh dinding kepala silinder sehingga menimbulkan tendangan balik bertekanan tinggi yang menddorong piston turun  kesilinder bore. Gerakan linear dari piston ini dirubah menjadi gerak rotasi oleh kruk s. energy rotasi diteruskan sebagai momentum menuju flywheel yang bukn hanya menghasilkan tenaga , counter balance weigth pada kruk as membantu piston melakukan siklus berikutnya.

4.       Langkah Buang
Langkah ini menjadi sangat penting untuk menghasilkan operasi kinerja mesin yang lembut dan efisien. Piston bergerak mendorong gas sissa pembakaran keluar dari silinder menuju knalpot. Proses ini harus dilakukan dengan total, dikarenakan sedikit saja terdapat gas sisa pembakaran yang tercampur bersama pemasukan gas baru akan mereduksi potensial tenaga yang dihasilkan.


B.     Sistem Pendinginan

1.      Pelumasan
Oli pelumas (lubricant atau sering disebut lube) adalah suatu bahan (biasanya berbentuk cairan) yang berfungsi untuk mereduksi keausan antara dua permukaan benda bergerak yang saling bergesekan. Suatu bahan cairan dapat dikategorikan sebagai pelumas jika mengandung bahan dasar (bisa berupa oil based atau water/glycol based) dan paket aditif.
Pelumas mempunyai tugas pokok untuk mencegah atau mengurangi keausan sebagai akibat dari kontak langsung antara dua permukaan logam yang saling bergesekan sehingga keausan dapat dikurangi, besar tenaga yang diperlukan akibat gesekan dapat dikurangi dan panas yang ditimbulkan oleh gesekan pun akan berkurang.
Fungsi dari oil pelumas itu ialah:
a.       Membentuk oil film untuk mengurangi gesekan, aus dan panas.
b.       Mendinginkan bagian-bagian yang dilewati.
c.        Sebagai seal antara piston dengan dinding silinder.
d.       Mengeluarkan kotoran dari bagian-bagian motor.
e.        Mencegah karat pada bagian-bagian motor

2.      Radiator
Suku cadang dalam pendingin air yang paling mahal dan lemah adalah radiator.Susunannya terdiri dari pipa tembaga yang tipis yang dibentuk menjadi saluran lamella (tebalnya 0,3 cm). Radiator harus dipasang pada bagian yang bebas getaran.Aliran udara melalui radiator diatur atau didukung oleh ventilator. Kini makin lama makin banyak dipasangkan suatu kopeling pada tali kipas. Penyambungan melalui kopeling ini hanya terjadi bila suhu tertentu cairan sudah terlampaui.



C.    Sistem Pengapian

Aki
• Tentang hal ini dibahas pada bab instalasi listrik. Kini makin banyak orang memakai aki 12 volt.
Saklar pengapian
• Hal ini mutlak perlu karena pada keadaan motor diam, titik kontak pemutus arus dapat berada pada keadaan tertutup sehingga aki akan habis muatannya (atau bobin terbakar).
• Disamping itu sakelar pengapian juga berfungsi untuk mematikan mesin.
Bobine
• Sekitar teras besi lunak dililitkan kumparan primer (kawatnya kasar dan lilitannya sedikit) dan kumparan sekunder (lilitan banyak dengan kawat halus).
• Kumparan primer dihubungkan pada aki.
• Bila lingkar arus itu tiba-tiba terputus karena titik kontak pemutus arus membuka maka terjadi induksi pada lilitan sekunder yang membangkitkan tegangan tinggi (12000 ‑ 20000 volt) yang menimbulkan loncatan api pada busi.
Pemutus arus
• Dengan perantaraan beberapa nok pada sumbu pemutus arus maka lengan pemutus arus akan terangkat pada saat yang tepat dan dengan demikian titik kontak akan mmjauh satu sama lain.
• Pemilihan jumlah nok pada poros pemutus arus dan jumlah putaran dari poros bergantung pada tipe motor (4 atau 2 langkah) dan jumlah silinder.
• Pada motor 4 langkah putaran poros, pemutus arus dapat diambil dari poros nok.
Titik kontak
• Pemutus‑arus terbuat dari logarn yang bermutu tinggi agar tidak cepat aus. Yang menentukan permulaan pem­bakaran adalah saat membukanya.
• Penyetelan yang cermat terjadi dengan menyetel jarak kontak saat membuka (0,4 –0,5 mm) dan penyetelan rumah pemutus arus (rotasi).
• Dalam rumah pemutus arus terdapat sebuah kondensator (0,15 – 0,40 F), yang dihubungkan terhadap titik-titik kontak.
• Adanya kondensator memperbaiki sifat lingkar listrik primer yang dapat diartikan sebagai sedikit mungkin timbulnya loncatan api pada titik kontak dan dengan demikian mengurangi terbakarnya titik kontak tersebut.
Pembagi (distributor).
• Pada motor bersilinder banyak, rumah pemutus arus masih dilengkapi dengan alat pembagi (distributor).
• Kumpar­an sekunder dari bobin dihubungkan dengan bagian tengah dari apa yang disebut tutup distributor (terbuat dari bakelit).
• Pada keliling tutup tadi terdapat titik‑titik penghubung yang jumlahnya sebanyak silinder motor itu.
• Titik‑titik peng­hubung ini dibubungkan dengan memakai kabel busi pada masing‑masing silinder.
Rotor
• Ditempatkan pada poros yang sama dengan poros pemutus arus* berputar di dalam tutup distributor.
• Rotor menghubungkan lingkar arus sekunder dari bobin dengan silinder secara bergantian.
Penyetelan waktu pengapian bergantung pada kendaraan bekerjanya
• Motor campur bekerja pada putaran yang berbeda‑beda (misal: 300 rpm stasioner dan 3000 rpm putaran berbeban).
• Waktu dimana tekanan gas setelah percikan api terjadi, mencapai nilai maksimumnya sangat bergantung pada jumlah putaran.
• Diusahakan selalu agar tekanan maksimum ini terjadi sekitar posisi piston pada titik tertinggi mendekati tutup silinder.
• Apabila putaran dari stasioner kearah putaran berbeban bertambah maka saat pengapian harus dimajukan (disetel 2o pengapian muka pada n = 300 rpm dan + 20o pengapian muka pada n = 3000 rpm).


• Penyetelan terjadi dengan pemutaran nok dari poros pemutus terhadap sumbu itu sendiri dengan perantaraan pemberat sentrifugal.
• Di samping penyetelan sentrifugal ini ada pula penyetelan pakum. Pakum yang tinggi terjadi akibat motor berbeban rendah dan pakum rendah pada motor berbeban tinggi.
• Pakum dari pipa hisap motor menyetel rumah pemutus arus (atau pelat pemutus arus) sedemikian se­hingga pada motor berbeban tinggi, waktu pengapian akan diperlambat.
• Dengan demikian maka pada pembebanan yang lebih besar (dibanding dengan campuran miskin pada pembebanan rendah) disesuaikan secara otomatis pada perbedaan‑perbedaan saat pembakarannya.
























BAB V
KESIMPULAN


            Adapun kesimpulan dari praktikum kali ini yaitu sebagai berikut :
1.      Pada motor bakar 4 tak, untuk menghasilkan sebuah tenaga memerlukan empat proses langkah naik turun piston, duakali rotasi kruk as, dan satu putaran noken as (camsaft).
2.      Traktor roda empat merupakan motor bakar 4 tak.
3.      Salah satu fungsi oli pelumas adalah mendinginkan bagian Yng dilewati.
4.      Radiator adalah pendingin pada mesin traktor yang menggunakan media air.
5.      Sistem pengapian pada traktor roda empat menggunakan aki.



















DAFTAR PUSTAKA


Lutfi,Khasan.2012.Pengenalan Alat dan Mesin Pertanian.http://khasanlutfi.blogspot.com/. Diakses pada tanggal 26 Maret 2015.

Lubis, Ruzaini. 1991. Bahan Bacaan Pengantar Teknologi Pertanian. Palembang:Universitas Sriwijaya.

Siregar, M. dan A. Nasution. 1984. Perkembangan Teknologi dan Mekanisasi di Jawa. Yayasan Obor:Jakarta.
Siswanto.2012.siswanto.blogspot.com/2012/03/traktor-roda-empat.html. Diakses pada tanggal 26 Maret 2015.

1 komentar:

  1. Las Vegas Hotel & Casino | MapYRO
    Discover cheap Las 아산 출장샵 Vegas Hotel 시흥 출장마사지 & Casino 삼척 출장샵 Hotels, Resorts & Resorts, Nevada hotels in Las Vegas. We update frequently. 창원 출장안마 Mapyro of Las Vegas 남원 출장마사지 Hotel

    BalasHapus