PENGENALAN
TRAKTOR
(Laporan Praktikum Alat Mesin Pertanian)
Oleh:
Ahmad Syahabudin
1314071004
LABORATORIUM
DAYA ALAT DAN MESIN PERTANIAN
JURUSAN
TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
LAMPUNG
2015
BAB.I
PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
Alat dan mesin pertanian adalah berbagai alat
dan mesin yang digunakan dalam usaha pertanian. Beberapa contoh alat pertanian adalah sprayer tipe
gendong dan alat penanam benih padi (transplanter).
Sedangkan contoh mesin adalah traktor roda dua,
mesin penggiling, dan mesin pemanen padi.
Ciri utama pertanian modern adalah
produktivitas, efisiensi, mutu dan kontinuitas pasokan yang terus menerus harus
selalu meningkat dan terpelihara. Produk-produk pertanian kita baik komoditi
tanaman pangan (hortikultura), perikanan, perkebunan dan peternakan menghadapi
pasar dunia yang telah dikemas dengan kualitas tinggi dan memiliki standar
tertentu. Tentu saja produk dengan mutu tinggi tersebut dihasilkan melalui
suatu proses yang menggunakan muatan teknologi standar.
Untuk itu, dibutuhkan
teknologi-teknologi yang modern yang dapat menunjang produktivitas pertanian.
Oleh karena itulah pertanian pada masa sekarang sudah mulai beralih menggunakan
teknologi modern dalam mengolah bidang pertanian.Pengolahan tanah dalam usaha
budidaya pertanian bertujuan untuk menciptakan keadaan tanah olah yang siap
tanam baik secara fisis, kemis, maupun biologis, sehingga tanaman yang
dibudidayakan akan tumbuh dengan baik. Pengolahan tanah terutama akan
memperbaiki secara fisis, perbaikan kemis dan biologis terjadi secara tidak
langsung.
Traktor
roda empat
merupakan salah satu mesin pengolah tanah yang kini mulaibanyak digunakan
petani dalam mengolah tanah. Sebagai mesin pengolah tanah traktor haruslah
dilengkapi dengan peralatan pengolah tanahnya,seperti bajak, garu,
ataupun bajak rotari. Untuk mengenal traktor sebagaimesin pengolah tanah, maka
perlu dipahami prinsip kerja serta persyaratankondisi kerja,
perlengkapan, serta kegunaannya. Sehingga penting dilakukan praktikum tentang pengenalan traktor untuk menunjang
pengetahuan tentang traktor. Dimana pada praktikum kali ini akan membahas
traktor roda empat.
1.2.Tujuan
Adapun
tujuan praktikum ini yaitu
sebagai berikut :
1. Mengetahui bagian-bagian traktor roda empat.
2. Mempelajari fungsi setiap bagian taktor.
3. Mempelajari sistem pendinginan pada traktor.
4. Mempelajari prinsip kerja motor bakar pada traktor.
5. Mengetahui sistem pengapian pada traktor.
BAB.II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Traktor
Traktor
roda empat adalah salah satu alat pengolah tanah jika dilengkapidengan
peralatan pengolah tanah, seperti bajak singkal, bajak piring, garupiring, dll.
Secara umum traktor roda empat adalah traktor dengan tenagapenggerak dari motor
diesel dengan didukung empat buah roda. Traktor inidirancang untuk bekerja di
lahan kering, bukan untuk lahan sawah.Berdasarkan ukurannya dibedakan menjadi
traktor mini, menengah, dantraktor besar(Lubis,1991).
Sebagai
mesin pengolah tanah traktor haruslah dilengkapi dengan peralatan pengolah
tanahnya, seperti bajak, garu, ataupun bajak rotari. Untuk mengenal
traktor sebagai mesin pengolah tanah, maka perlu dipahami prinsip kerja
serta persyaratan kondisi kerja, perlengkapan, serta kegunaannya(Siregar, M.
dan A. Nasution. 1984).
Traktor
roda empat adalah salah satu alat pengolah tanah jika dilengkapi dengan
peralatan pengolah tanah, seperti bajak singkal, bajak piring, garu piring, dll.
Secara umum traktor roda empat adalah traktor dengan tenaga penggerak dari
motor diesel dengan didukung empat buah roda. Traktor ini dirancang untuk
bekerja di lahan kering, bukan untuk lahan sawah.Berdasarkan ukurannya
dibedakan menjadi traktor mini, menengah, dan traktor besar
(lutfi,2012).
2.2. Prinsip Kerja Alat
Traktor roda empat dioperasikan oleh operator yang
duduk di atas tempat duduk sambil mengemudikannya. Peralatan pengolah tanah
dipasangkan atau disambungkan dengan traktor melalui perangkat yang disebut
three hitch point atau penyambungan titik tiga, yang terdiri sepasang garpu
kiri dan kanan, sedangkan satu tuas lainnya berada di bagian atas sistem
penyambungan titik tiga, disebut top link (tuas penyambung bagian atas).Dengan menggunakan
sistem penyambungan ini pengaturan posisi peralatan (bajak, dll.) yang
diinginkan dapat diatur dengan memanjangkan atau memendekkan tuas penyambung
atas. Untuk mengamankan agar traktor tidak terangkat pada saat dioperasikan
untuk pengolahan tanah, maka traktor perlu diseimbangkan dengan memasang beban
tambahan pada bagian depan traktor. Dengan melakukan persiapan seperti ini,
maka traktor telah siap dioperasikan untuk pengolahan tanah.
Beberapa hal ini perlu diperhatikanketika hendak menggunakan traktor rodaempat dalam pengolahan tanah. Pertama, atur posisi sudut bajak (peralatan yang lain) dengan permukaan tanah disesuaikan dengan kondisi tanahnya (tanah berat atau ringan). Kedua, pengaturan posisi sudut bajak dilakukan melalui tuas penyambungan titik tiga.Ketiga, pasangkan beban penyeimbang di bagian depan traktor. Keempat, traktor siap dioperasikan untuk mengolah tanah.
2.3. Manfaat Lain
Traktor
roda empat ini juga bermanfaat untuk kepentingan lain: 1) Untuk menarik
peralatan pengolah tanah, peralatan budidaya (pemupuk, penyemprot, gerobak,
dll.); 2) Untuk menggerakkan peralatan stasioner (pom pa air, mesin prosessing,
dll.); 3) Untuk transportasi di kebun.
2.4. Kelengkapan Alat
Traktor
roda empat merupakan mesin yang berfungsi untuk penghela atau penarik peralatan. Untuk dapat
digunakan sebagai mesin pengolahan tanah, maka harus dilengkapi dengan
perlengkapan pengolah tanah, seperti bajak singkal, bajak piring, garu piring,
alat penyemprot hama dan penyakit tanaman, dll.
Perawatan traktor roda empat perlu dilakukan secara rutin dan perawatnya perlu mengenali bagian bagian traktor dan fungsinya masing-masing. Spesifikasi traktor roda empat sangat bervariasi bergantung pada besarnya daya penggerak, ukuran ban, daya tarik, daya angkat, persneling, dan lain-lain.
Bagian-bagian utama dari traktor roda empat memiliki fungsi masing- masing :
Perawatan traktor roda empat perlu dilakukan secara rutin dan perawatnya perlu mengenali bagian bagian traktor dan fungsinya masing-masing. Spesifikasi traktor roda empat sangat bervariasi bergantung pada besarnya daya penggerak, ukuran ban, daya tarik, daya angkat, persneling, dan lain-lain.
Bagian-bagian utama dari traktor roda empat memiliki fungsi masing- masing :
- Sistem kemudi: alat untuk mengendalikan jalannya dan atau operasi traktor di lapangan.
- Roda depan : roda bagian depan dari traktor yang berfungsi untuk pengendalian, danmemiliki ukura diameter lebih kecil dari roda bagian belakang.
- Roda bagian belakang dengan ukuran diameter lebih besar dari roda bagian depan traktor yang berfungsi menumpu beban traktor dan peralatan yang terpasang.
- Chasis traktor : bagian rangka traktor roda empat yang juga merangkap sebagai rumah dari sistem transmisi.
- Pemberat : besi cor yang dirancang khusus untuk pemberat traktor agar tidak trangkat pada saat mengolah tanah.
- Poros PTO : poros yang difungsikan untuk menggerakkan peralatan yang dalam pengoperasiannya memerlukan putaran (bajak rotary), atau untuk menggerakkan peralatan stasioner. Ketujuh, sistem penyambungan peralatan : bentuk peralatan pengolahan tanah yang relative besar, maka pada traktor roda empat memerlukan mekanisme penyambungan khusus, yakni sistem penyambungan titik tiga (three hitch poin) (Siswanto,2012).
BAB.III
METODOLOGI
3.1. Waktu
Tempat
Praktikum ini di lakukan pada hari jumat, 23
maret 2015 pada pukul 13.00 -15.00. bertempat di Laboratorium Daya, Alat, dan
Mesin pertanian jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
3.2. Alat dan
Bahan
Adapun
alat dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu traktor roda empat,
alat tulis dan kamera.
3.3. Prosedur
Kerja
-Disiapkan alat dan bahan
-Diamati bagian-bagian traktor
-Dicatat nama-nama bagian dari traktor
-Difoto masing-masing bagian.
| ||||||||||||||||||||||||||||||
BAB.IV
PEMBAHASAN
A. Motor
Bakar
Traktor
memerlukan motor bakar sebagai sumber tenaga. Ada dua jenis motor bakar
yaitu motor bakar 4 tak dan motor bakar 2 tak. Perbedaan motor bakar 4 tak
dan motor bakar 2 tak adalah sebagai berikut :
No.
|
Hal yang
dibicarakan
|
Motor 4 tak
|
Motor 2 tak
|
1.
2.
3.
4.
|
Proses
terjadinya usaha atau tenaga.
Intake,
compression, power, exhaust
Pembakaran
Tenaga
|
Dibutuhkan 4
langkah piston atau 2 putaran poros engkol
Masing-masing
membutuhkan 1 langkah piston penuh
Sempurna dan
hemat
Lebih rendah
dari motor 2 tak
|
Dibutuhkan 2
langkah piston atau 1 putaran poros engkol
Intake,
compression pada satu langkah dan power, exhaust pada
langkah yang lain
Kurang
Sempurna
Lebih tinggi
dari motor 4 tak
|
Motor
bakar adalah mesin atau pesawat yang menggunakan energi termal untuk melakukan
kerja mekanik, yaitu dengan cara merubah energi kimia dari bahan bakar menjadi
energi panas, dan menggunakan energi tersebut untuk melakukan kerja mekanik.
Energi termal diperoleh dari pembakaran bahan bakar pada masin itu sendiri.
Jika ditinjau dari cara memperoleh energi termal ini (proses pembakaran bahan
bakar), maka motor bakar dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu: motor
pembakaran luar dan motor pembakaran dalam.
1.
Motor Bakar 2 Tak
Pada
dasarnya prinsip kerja motor
2-tak sangat simpel/sederhana. Pada satu siklus pembakaran terjadi dua
kali langkah seker/piston.Jadi
dalam motor bensin 2 tak, piston melakukan 2 kali langkah kerja dalam 1
kali langkah usaha.
Langkah kompresi dan langkah hisap
pada langkah ini dalam motor 2 tak terjadi 2 aksi berbeda yang terjadi secara
bersamaan yaitu aksi kompresi yang terjadi pada ruang silinder atau pada
bagian atas dari piston dan aksi hisap yang terjadi pada ruang engkol atau pada
bagian bawah piston. Sedangkan yang terjadi dalam langkah ini adalah : torak
bergerak dari TMB (titik mati
bawah) ke TMA (titik mati
atas). -pada saat saluran pembiasan tertutup mulai dilakukan langkah
kompresi pada ruang silinder. dan pada saat saluran hisap membuka maka
campuran udara dan bensin akan masuk ke dalam ruang engkol.
Langkah usaha dan buang
Dan pada langkah ini terjadi langkah usaha dan buang yang terjadi pada saat
yang tidak bersamaan, jadi langkah usaha dahulu barulah setelah saluran pembiasan
dan saluran buang terbuka terjadi langkah buang. Yang terjadi dalam langkah ini
adalah : -sebelum piston mencapai TMA
(titik mati atas), busi akan memercikan bunga api listrik sehingga
campuran udara dan bahan bakar akar terbakar dan menyebabkan timbulnya daya
dorong terhadap piston, sehingga piston akan bergerak dari TMA (titik mati atas) ke TMB (titik mati bawah). sesaat
setelah saluran hisap tertutup dan saluran bias serta saluram buang membuka
maka campuran udara dan bahan bakar yamg berada diruang engkol akan
mendorong gas sisa hasil pembakaran melalui saluran bias ke
saluran.
2.
Motor 4 Tak
Pada mesin motor 4 tak atau four stroke engine adalah sebuah mesin dimana untuk
menghasilkan sebuah tenaga memerlukan empat proses langkah naik turun piston,
duakali rotasi kruk as, dan satu putaran noken as (camsaft).
Empat proses tersebut terbagi dalam siklus:
1.
Langkah Hisap
Bertujuan untuk memasukkan kabut
udara bhan bakar kedalam silinder. Sebagai mana tenaga mesin diproduksi
tergantung dari jumlah bahan bakar yang terbakar selama proses pembakaran.
2.
Langkah Kompresi
Dimulai saat klep inlet menutup dan piston terdorong kearah
ruang bakar akibat momentum dari kruk as dan flywheel. Tujuan dari langkah
kompresi adalah untuk meningkatkan temperature sehingga campuran udara bahan
bakar dapat bersenyawa. Rasio kompresi ini nantinya berhubungan erat dengan
produksi tenaga.
3.
Langkah Tenaga
Dimulai ketika campuran udaa/bahan
bakar dinyalakan oleh busi. Dengan cepat campuran yang terbakar ini merambat
dan terjadilah leakan yang tertahan oleh dinding kepala silinder sehingga
menimbulkan tendangan balik bertekanan tinggi yang menddorong piston
turun kesilinder bore. Gerakan linear dari piston ini dirubah menjadi
gerak rotasi oleh kruk s. energy rotasi diteruskan sebagai momentum menuju
flywheel yang bukn hanya menghasilkan tenaga , counter balance weigth pada kruk
as membantu piston melakukan siklus berikutnya.
4.
Langkah Buang
Langkah ini menjadi sangat penting
untuk menghasilkan operasi kinerja mesin yang lembut dan efisien. Piston
bergerak mendorong gas sissa pembakaran keluar dari silinder menuju knalpot.
Proses ini harus dilakukan dengan total, dikarenakan sedikit saja terdapat gas
sisa pembakaran yang tercampur bersama pemasukan gas baru akan mereduksi
potensial tenaga yang dihasilkan.
B. Sistem
Pendinginan
1.
Pelumasan
Oli
pelumas (lubricant atau sering disebut lube) adalah suatu bahan (biasanya
berbentuk cairan) yang berfungsi untuk mereduksi keausan antara dua permukaan benda
bergerak yang saling bergesekan. Suatu bahan cairan dapat dikategorikan sebagai
pelumas jika mengandung bahan dasar (bisa berupa oil based atau water/glycol
based) dan paket aditif.
Pelumas mempunyai tugas pokok
untuk mencegah atau mengurangi keausan sebagai akibat dari kontak langsung
antara dua permukaan logam yang saling bergesekan sehingga keausan dapat
dikurangi, besar tenaga yang diperlukan akibat gesekan dapat dikurangi dan
panas yang ditimbulkan oleh gesekan pun akan berkurang.
Fungsi dari oil pelumas itu ialah:
a.
Membentuk oil film untuk mengurangi gesekan, aus dan
panas.
b.
Mendinginkan
bagian-bagian yang dilewati.
c.
Sebagai seal
antara piston dengan dinding silinder.
d.
Mengeluarkan
kotoran dari bagian-bagian motor.
e.
Mencegah
karat pada bagian-bagian motor
2.
Radiator
Suku cadang dalam pendingin air yang
paling mahal dan lemah adalah radiator.Susunannya terdiri dari pipa tembaga
yang tipis yang dibentuk menjadi saluran lamella (tebalnya 0,3 cm). Radiator
harus dipasang pada bagian yang bebas getaran.Aliran udara
melalui radiator diatur atau didukung oleh ventilator. Kini makin lama makin
banyak dipasangkan suatu kopeling pada tali kipas. Penyambungan melalui
kopeling ini hanya terjadi bila suhu tertentu cairan sudah terlampaui.
C. Sistem
Pengapian
Aki
• Tentang hal ini dibahas pada bab
instalasi listrik. Kini makin banyak orang memakai aki 12 volt.
Saklar pengapian
• Hal ini mutlak perlu karena pada
keadaan motor diam, titik kontak pemutus arus dapat berada pada keadaan
tertutup sehingga aki akan habis muatannya (atau bobin terbakar).
• Disamping itu sakelar pengapian
juga berfungsi untuk mematikan mesin.
Bobine
• Sekitar teras besi lunak
dililitkan kumparan primer (kawatnya kasar dan lilitannya sedikit) dan kumparan
sekunder (lilitan banyak dengan kawat halus).
• Kumparan primer dihubungkan pada
aki.
• Bila lingkar arus itu tiba-tiba
terputus karena titik kontak pemutus arus membuka maka terjadi induksi pada
lilitan sekunder yang membangkitkan tegangan tinggi (12000 ‑ 20000 volt) yang
menimbulkan loncatan api pada busi.
Pemutus arus
• Dengan perantaraan beberapa nok
pada sumbu pemutus arus maka lengan pemutus arus akan terangkat pada saat yang
tepat dan dengan demikian titik kontak akan mmjauh satu sama lain.
• Pemilihan jumlah nok pada poros
pemutus arus dan jumlah putaran dari poros bergantung pada tipe motor (4 atau 2
langkah) dan jumlah silinder.
• Pada motor 4 langkah putaran
poros, pemutus arus dapat diambil dari poros nok.
Titik kontak
• Pemutus‑arus terbuat dari logarn
yang bermutu tinggi agar tidak cepat aus. Yang menentukan permulaan pembakaran
adalah saat membukanya.
• Penyetelan yang cermat terjadi dengan
menyetel jarak kontak saat membuka (0,4 –0,5 mm) dan penyetelan rumah pemutus
arus (rotasi).
• Dalam rumah pemutus arus terdapat
sebuah kondensator (0,15 – 0,40 F), yang dihubungkan terhadap
titik-titik kontak.
• Adanya kondensator memperbaiki
sifat lingkar listrik primer yang dapat diartikan sebagai sedikit mungkin
timbulnya loncatan api pada titik kontak dan dengan demikian mengurangi
terbakarnya titik kontak tersebut.
Pembagi (distributor).
• Pada motor bersilinder banyak,
rumah pemutus arus masih dilengkapi dengan alat pembagi (distributor).
• Kumparan sekunder dari bobin
dihubungkan dengan bagian tengah dari apa yang disebut tutup distributor
(terbuat dari bakelit).
• Pada keliling tutup tadi terdapat
titik‑titik penghubung yang jumlahnya sebanyak silinder motor itu.
• Titik‑titik penghubung ini
dibubungkan dengan memakai kabel busi pada masing‑masing silinder.
Rotor
• Ditempatkan pada poros yang sama
dengan poros pemutus arus* berputar di dalam tutup distributor.
• Rotor menghubungkan lingkar arus
sekunder dari bobin dengan silinder secara bergantian.
Penyetelan waktu pengapian
bergantung pada kendaraan bekerjanya
• Motor campur bekerja pada putaran
yang berbeda‑beda (misal: 300 rpm stasioner dan 3000 rpm putaran berbeban).
• Waktu dimana tekanan gas setelah
percikan api terjadi, mencapai nilai maksimumnya sangat bergantung pada jumlah
putaran.
• Diusahakan selalu agar tekanan
maksimum ini terjadi sekitar posisi piston pada titik tertinggi mendekati tutup
silinder.
• Apabila putaran dari stasioner kearah
putaran berbeban bertambah maka saat pengapian harus dimajukan (disetel 2o
pengapian muka pada n = 300 rpm dan + 20o pengapian muka pada
n = 3000 rpm).
• Penyetelan terjadi dengan
pemutaran nok dari poros pemutus terhadap sumbu itu sendiri dengan perantaraan
pemberat sentrifugal.
• Di samping penyetelan sentrifugal
ini ada pula penyetelan pakum. Pakum yang tinggi terjadi akibat motor berbeban
rendah dan pakum rendah pada motor berbeban tinggi.
• Pakum dari pipa hisap motor
menyetel rumah pemutus arus (atau pelat pemutus arus) sedemikian sehingga pada
motor berbeban tinggi, waktu pengapian akan diperlambat.
• Dengan demikian maka pada
pembebanan yang lebih besar (dibanding dengan campuran miskin pada pembebanan
rendah) disesuaikan secara otomatis pada perbedaan‑perbedaan saat
pembakarannya.
BAB V
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari praktikum
kali ini yaitu sebagai berikut :
1.
Pada
motor bakar 4 tak, untuk
menghasilkan sebuah tenaga memerlukan empat proses langkah naik turun piston,
duakali rotasi kruk as, dan satu putaran noken as (camsaft).
2.
Traktor roda empat merupakan motor
bakar 4 tak.
3.
Salah satu fungsi oli pelumas adalah
mendinginkan bagian Yng dilewati.
4.
Radiator adalah pendingin pada mesin
traktor yang menggunakan media air.
5.
Sistem
pengapian pada traktor roda empat menggunakan aki.
DAFTAR
PUSTAKA
Lutfi,Khasan.2012.Pengenalan
Alat dan Mesin Pertanian.http://khasanlutfi.blogspot.com/. Diakses pada tanggal 26 Maret
2015.
Lubis, Ruzaini. 1991. Bahan Bacaan
Pengantar Teknologi Pertanian. Palembang:Universitas Sriwijaya.
Siregar, M. dan A. Nasution. 1984.
Perkembangan Teknologi dan Mekanisasi di Jawa. Yayasan Obor:Jakarta.
Siswanto.2012.siswanto.blogspot.com/2012/03/traktor-roda-empat.html. Diakses pada tanggal 26 Maret
2015.
Las Vegas Hotel & Casino | MapYRO
BalasHapusDiscover cheap Las 아산 출장샵 Vegas Hotel 시흥 출장마사지 & Casino 삼척 출장샵 Hotels, Resorts & Resorts, Nevada hotels in Las Vegas. We update frequently. 창원 출장안마 Mapyro of Las Vegas 남원 출장마사지 Hotel