PENGENALAN
LAS BUSUR LISTRIK
(Laporan Praktikum
Perbengkelan)
Oleh:
Ahmad Syahabudin
1314071004
LABORATORIUM
DAYA ALAT DAN MESIN PERTANIAN
JURUSAN
TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
LAMPUNG
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
Pada era serba teknologi ini teknik pengelasan
sangat diperlukan untuk berbagai proses pengerjaan industri seperti, pemotongan
logam dan penyambungannya, konstruksi bangunan baja, dan konstruksi permesinan
yang memang tidak dapat dipisahkan dengan teknologi manufaktur. Teknologi
pengelasan termasuk yang paling banyak digunakan karena memiliki beberapa
keuntungan seperti bangunan dan mesin yang dibuat dengan teknik pengelasan
menjadi ringan dan lebih sederhana dalam proses pembuatannya. Kualitas dari
hasil pengelasan sangat tergantung pada keahlian dari penggunanya dan persiapan
sebelum pelaksanaan pengelasaan.
Pengelasan adalah suatu proses penyambungan
logam menjadi satu akibat panas dengan atau tanpa pengaruh tekanan atau
dapat juga didefinisikan sebagai ikatan metalurgi yang ditimbulkan oleh gaya
tarik menarik antara atom. Secara umum pengelasan dapat didefinisikan sebagai
penyambungan dari beberapa batang logam dengan memanfaatkan energi panas.
Saat ini terdapat sekitar 40 jenis pengelasan. Dari
seluruh jenis pengelasan tersebut hanya dua jenis yang paling populer di
Indonesia yaitu pengelasan dengan menggunakan busur nyala listrik (Shielded
metal arc welding/SMAW) dan las karbit (Oxy acetylene welding/OAW).
Berdasarkan
penjelasan diatas, maka penting dilakukan praktikum pengenalan tentang las
busur listrik. Hal ini bertujuan untuk mengenal dan memahami prinsip kerja dari
las itu sendiri dan tau hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat praktik
pengelasan.
1.2.
Tujuan
Adapun tujuan dari
praktikum kali yaitu sebagai berikut :
1.
Mengetahui
prinsip kerja las listrik.
2.
Mengetahui
mesin dan peralatan las listrik.
3.
Mengetahui
beberapa teknik dasar dalam pengerjaan las listrik.
4.
Mampu
mengamati mutu pekerjaan las listrik.
5.
Memahami
aspek-aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang berkaitan dengan
pengerjaan las listrik.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Las
listrik adalah suatu proses penyambungan logam dengan menggunakan tenaga
listrik sebagai sumber panas. Jenis sambungan dengan las Iistrik ini adalahmerupakan
sambungan tetap.Pada pengelasan dengan las listrik, panas yangdihasikan berasal
dari busur listrik yang timbul dari menempelnya benda kerjadengan elektroda.
Elekttroda pengisian dipanaskan mencapai titik cair dan diendapkan pada
sambungan, hingga terbentuk sambungan las. Panas yangdihasilkan oleh busur
listrik mencapai 5500 derjat Celsius.Pada saat pengelasan menggunakan
las listrik, dilepaskan energi dalam jumlah yang sangat besar dalam bentuk
panas dan cahaya ultraviolet.(Wahid,2015)
Keuntungan – keuntungan mesin las AC antara lain : Busur
nyala kecil, sehingga memperkecil kemungkinan timbunya keropos pada rigi-rigi
las Perlengkapan dan perawatan lebih murah Mesin las listrik – Rectifier arus
searah (DC) Mesin ini mengubah arus listrik bolak-balik (AC) yang masuk,
menjadi arus listrik searah (DC) keluar. Pada mesin AC, kabel masa dan kabel
elektroda dapat dipertukarkan tanpamempengaruhi perubahan panas yang timbul
pada busur nyala. Keuntungan-keuntungan mesin las DC antara lain : Busur nyala
stabil Dapat menggunakan elektroda bersalut dan tidak bersalut Dapat
menggunakan elektroda bersalut dan tidak bersalut Dapat mengelas pelat tipis
dalam hubungan DCRP Dapat dipakai untuk mengelas pada tempat-tempat yang lembab
dan sempit 3.(Markazuna,2012)
Mesin las
busur listrik dapat mengalirkan arus listrik cukup besar tetapi dengan tegangan
yang aman (kurang dari 45 volt). Busur listrik yang terjadi akan menimbulkan
energi panas yang cukup tinggi sehingga akan mudah mencairkan logam yang
terkena. Besarnya arus listrik dapat diatur sesuai dengan keperluan dengan
memperhatikan ukuran dan type elektrodanya.Ada tiga jenis elektroda logam,
yaitu elektroda polos, elektroda fluks dan elektroda berlapis tebal. Elektroda
polos terbatas penggunaannya, antara lain untuk besi tempa dan baja lunak.
Biasanya digunakan polaritas langsung. Mutu pengelasan dapat ditingkatkan
dengan memberikan lapisan fluks yang tipis pada kawat las. Fluks membantu
melarutkan dan mencegah terbentuknya oksida-oksida yang tidak diinginkan.
Tetapi kawat las berlapis merupakan jenis yang paling banyak digunakan dalam
berbagai pengelasan komersil.(Januar,2008)
Pada prinsipnya arus listrik yang mempunyai arus
besar ini adalah menimbulkan bunga api pada elektroda las yang berhubungan
dengan bagian yang akan disambung (dilas) sehingga terjadilah panas yang tinggi
untuk dapat melelehkan logam tersebut sampai mencair dan berpadu menjadi satu,
loncatan bungan api listrik tersebut kita sebut dengan istilah busur nyala las,
busur tersebut bisa terjadi jika dibuat jarak tertentu antara elektroda dengan
benda kerja dan kabel massa yang dijepitkan ke benda kerja.(Purnomo,2011)
BAB III
METODOLOGI
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum ini di lakukan pada hari jumat, 10
April 2015 pada pukul 15.00 -17.00. bertempat di Laboratorium Daya, Alat, dan
Mesin pertanian jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
3.2. Alat dan Bahan.
Adapun alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu
las busur listrik( trafo dan penjepit elektroda), palu las, topeng las.
Sedangkan bahan yang digunakan adalah besi siku.
3.3. Prosedur
Kerja
|
Disiapkan alat dan bahan praktikum.
|
|
Dicek las listrik apakah sudah berfungsi dengan baik.
|
|
Diperhatikan keamanan agar saat praktik aman.
|
|
Diatur tegangan listrik sesuai yang dibutuhkan.
|
|
Dipasang elektoda pada penjepit dengan benar.
|
BAB IV
PEMBAHASAN
Pengelasan busur adalah pengelasan dengan memanfaatkan busur
listrik yang terjadi antara elektroda dengan benda kerja. Elektroda dipanaskan
sampai cair dan diendapkan pada logam yang akan disambung sehingga terbentuk
sambungan las. Mula-mula elektroda kontak/bersinggungan dengan logam yang dilas
sehingga terjadi aliran arus listrik, kemudian elektroda diangkat sedikit
sehingga timbullah busur. Panas pada busur bisa mencapai 5.500 oC.
Las busur bisa
menggunakan arus searah maupun arus bolak-balik. Mesin arus searah dapat
mencapai kemampuan arus 1000 amper pada tegangan terbuka antara 40 sampai 95
Volt. Pada waktu pengelasan tegangan menjadi 18 sampai 40 Volt. Ada 2 jenis
polaritas yang digunakan yaitu polaritas langsung dan polaritas terbalik. Pada
polaritas langsung elektroda berhubungan dengan terminal negatif sedangkan pada
polaritas terbalik elektroda berhubungan dengan terminal positif.
Las busur listrik adalah termasuk suatu proses penyambungan
logam dengan menggunakan tanaga listrik sebagai sumber panas. Jenis sambungan
las dengan las busur listrik ini adalah merupakan sambungan tetap/permanen. Ada
dua macam mesin las, yaitu mesin las DC (direct current - mesin las arus searah)
dan mesin las AC (alternating current - mesin las arus bolak-balik). Disini
mesin yang akan dipergunakan adalah mesin las AC. Mesin las listrik dapat
mengalirkan arus listrik yang cukup besar tetapi dengan tegangan yang aman
yaitu kurang dari 45 volt, jadi tidak terlalu berpengarung besar/fatal jika
kita tersetrum.
Perlengkapan las yang terutama untuk melakukan
pengerjaan pengelasan adalah sebagai berikut :
1.
Pembangkit
listrik
Pada
praktikum ini arus yang digunakan adalah arus AC. Pesawat arus bolak-balik pada
dasarnya merupakan suatu transformator “step-down” yang dapat mengubah tegangan
arus listrik misalnya listrik permulaan (120 atau 220 Volt) menjadi tegangan
kecil yang menghasilkan arus besar yang sesuai untuk pekerjaan mengelas.
2.
Pemegang
elektroda
Perlengkapan
ini berfungsi untuk menjepit atau memegang elektroda. Alat ini harus memenuhi
syarat diantaranya tidak mudah panas, ringan, dan isolator cukup aman bagi
sipemakai.
3. Topeng las
4. Elektroda
6.
Lain-lain
Untuk
menghindari kecelakaan kerja prosedur keselamatan kerja perlu dilaksanakan antara
lain sebagai berikut :
a)
Gunakan
sepatu saat pelaksanaan praktikum.
b) Gunakan topeng las saat mengelas.
c) Hindari kontak/hubungan singkat
antara kabel terminal mesin las dalam jangka waktu yg cukup lama.
d) Gunakan sarung tangan/tang saat akan
mengangkat atau memegang benda kerja yang bar.
e) Jangan bercanda saat praktikum.
BAB V
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan pada praktikum kali ini yaitu :
1.
Pengelasan dengan las listrik
menggunakan tegangan listik yang tinggi, sehing perlu diperhatikan keamanan
saat praktik berlangsung.
2.
Ada
dua macam mesin las, yaitu mesin las DC (direct current - mesin las arus
searah) dan mesin las AC (alternating current - mesin las arus bolak-balik).
3.
ialah
palu las, alat ini berguna untuk melepaskan kerak pada permukaan yang di las.
DAFTAR PUSTAKA
Januar.Sutrisnoyayan.2008.’Las
Busur Listrik’.https://januarsutrisnoyayan.wordpress.com/2008/11/29/las-busur-listrik/.Diakses
pada tanggal 14 April 2015.
Markazuna.2012.’Makalah Las Listrik & Las Gas’.http://lasmarkazuna.blogspot.com/2012/07/makalah-las-listrik-las-gas.html.Diakses pada tanggal 14
April 2015.
Purnomo.AgusJoko.2011.’Laporan
Praktek Penyambungan’.http://insanubari.blogspot.com/2011/06/laporan-praktek-penyambungan.html.Diakses
pada tanggal 14 April 2015.
Wahid,Hambali.2015.’Laporan Praktek Kerja Las Listrik’.http://www.academia.edu/8418453/Laporan_Praktek_Kerja_Las_Listrik?login=syahabudin.as@gmail.com&email_was_taken=true&login=syahabudin.as@gmail.com&email_was_taken=true. Diakses pada tanggal
14 April 2015.