Minggu, 13 Desember 2015

Sistem Pelumasan





SISTEM PELUMASAN
(Laporan Praktikum Motor Bakar dan Traktor Pertanian)

Oleh :

Kelompok I

ADE TIYA APRIANI (1314071001)
ADITYA HARI PRABOWO ( 1314071002)
AGUNG PRATAMA (1314071003)
AHMAD SYAHABUDIN (1314071004)
AN’NISA NUR RACHMAWATI (1314071005)



Jurusan Teknik Pertanian
Fakultas Pertanian
Universitas Lampung
2014



I.       PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sebuah mesin motor bakar yang bekerja terus menerus akan menyebabkan mesin tersebut menjadi cepat panas, kehilangan daya, mesin cepat rusak bahkan terbakar. Olehkarena itu, sebuah mesin motor bakar membutuhkan sistem pelumasan untuk mendinginkan, memperlancar atau menstabilkan kinerja mesin tersebut dan juga membuat mesin tersebut lebih awet .
Alat-alat yang terdapat di dalam sebuah mesin motor bakar memiliki posisi saling berdekatan dan bila bergerak akan menimbulkan gesekan. Gesekan-geskan itu dapat menyebabkan mesin panas, haus, dan dapat kehilangan daya. Oleh karna itu diperlukan pelumas untuk dapat mengurangi gesekan dan mesin dapat bekerja dengan lancar. Pelumas ini digunakan untuk dapat memperlancar dan menstabilkan kinerja mesin tersebut. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sistem pelumasan pada sebuah mesin motor bakar,maka akan dilakukan pembelajaran terhadap sistem pelumasan pada mesin motor bakar.

B.     Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dilakukannya praktikum kali ini yaitu untuk mengetahui lebih lanjut mengenai fungsi, bagian-bagian, dan prinsip kerja sistem pelumasan.












II.    TINJAUAN PUSTAKA

Padadasarnyapelumasanadalahpemisahandariduapermukaanbendapadat yang begeraksecaratangensialterhadapsatusama lain dengancaramenempatkansuatuzatdiantarakeduabendapadattadiyang :
a.    Mempunyaijumlah yang cukupdansecaraterusmenerusdandapatmemisahkankeduabendasesuaidengankondisibebandansuhu.
b.    Tetapmembasahipermukaankeduabenda.
c.    Mempunyaisifatnetralsecarakimiaterhadapkeduabenda.
d.   Mempunyaikomposisitetapstabilsecarakimiapadakondisioperasional.

Tujuan pelumasan yang pertama adalah mengurangi gesekan, gesekan langsung antara dua permukaan bagian-bagian mesin yang bergerak. Dengan adanya lapisan pelumas diantara dua permukaan benda tadi, maka gesekan tidak menjadi langsung, tetapi didasari/dialasi oleh lapisan minyak pelumas sehingga dapat mengurangi tahanan gesek atau perlawanan gerak.  Kedua adalah mengurangi keausan, berkurangnya keausan akan memperoleh keuntungan ganda antara lain, mencegah biaya yang tinggi dari penggantian suku cadang (spare part) yang aus. Ketiga mengurangi panas, untuk memelihara suhu yang dikehendaki sekitar bagian-bagian mesin yang dilumasi tersebut, maka panas yang diserap bergantung kepada kemampuan dan proses pelumasan yang digunakan. Keempat mencegah karat, dengan adanya pelumas atau gemuk maka bagian-bagian mesin atau permukaan logam tersebut terlindungi dari pengaruh proses pengkaratan (Catur dan Djunaidi, 2008).

Sistem pendinginan yang terdapat pada motor berfungsi untuk membuang kelebihan panas dari silinder, kepala silinder, torak, ring torak klep dan bagian-bagian lain dengan tingkat kelajuan tertentu, tetapi harus mempertahankan suhu kerja motor yang efisien. Sistem pendinginan dapat dibedakan menjadi tiga macam: sistem pendingin udara, sistem pendingin cairan dan sistem yang merupakan kombinasi dari sistem udara dan cairan (Soedarmanto, 1977).

Sistem pendingin memainkan peranan penting dalam bekerjanya mesin secara kontinyu dan berdaya. Sistem pendingin yang utama pada kendaraan adalah pendingin air dan udara serta oli pelumas. Air selalu merupakan komponen pendingin yang patut mendapat perhatian. Disamping itu ada pipa radiator, bagian ini berfungsi sebagai pendingin air motor baker. Air yang panas akibat pembakaran dalam silinder dipompa ke bagian ini untuk didinginkan. Kendaran yang brjalan akan dihembus angina ke kisi-kisi radiator. Apabila kisi-kisi rsdiator telah rusak atau tertutup debu maupun serangga dan lumut, udara tidak bisa melewatinya (Teiseran, 1995).

Tujuan pelumasan yang pertama adalah mengurangi gesekan, gesekan langsung antara dua permukaan bagian-bagian mesin yang bergerak. Dengan adanya lapisan pelumas diantara dua permukaan benda tadi, maka gesekan tidak menjadi langsung, tetapi didasari/dialasi oleh lapisan minyak pelumas sehingga dapat mengurangi tahanan gesek atau perlawanan gerak.  Kedua adalah mengurangi keausan, berkurangnya keausan akan memperoleh keuntungan ganda antara lain, mencegah biaya yang tinggi dari penggantian suku cadang (spare part) yang aus. Ketiga mengurangi panas, untuk memelihara suhu yang dikehendaki sekitar bagian-bagian mesin yang dilumasi tersebut, maka panas yang diserap bergantung kepada kemampuan dan proses pelumasan yang digunakan. Keempat mencegah karat, dengan adanya pelumas atau gemuk maka bagian-bagian mesin atau permukaan logam tersebut terlindungi dari pengaruh proses pengkaratan (Catur dan Djunaidi, 2008).














III.             METODOLOGI PRAKTIKUM

A.    Waktu dan Tempat
Praktikum ini di lakukan pada hari Senin tanggal 22 September 2014 pukul 15.00 WIB di Laboratorium Daya dan Alat Mesin Pertanian, jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.
B.     Alat dan Bahan

























IV.             PEMBAHASAN

A.    Bagian yang Perlu Dilumasi

Adapun bagianbagian yang pentingdarimotor bakar yang memerlukanpelumasanadalah
1.      Dindingsilinderdantorak
2.      Bantalanporosengkoldanbatangpenggerak
3.      Bantalanporoskam
4.      Mekanismekatup
5.      Pena poros
6.      Kipaspendingin
7.      Pompa
8.      Mekanismepengapian
B.      FungsiPelumasan
a. Mengurangigesekan 
Mesinsepeda motor terdiridaribeberapakomponen, terdapatkomponen yang diamdanada yang bergerak. Gerakan  omponensatudengan yang lain akanmenimbulkangesekan, dangesekanakanmengurangitenaga, menimbulkankeausan, menghasilkankotoran  danpanas. Gunamengurangigesekanmakaantarabagian yang bergesekandilapisiolipelumas (oil film).
b. Sebagaiperedam
Piston, batang piston dan  porosengkolmerupakan  bagianmesinmenerimagaya yang berfluktuasi, sehinggasaatmenerimagayatekan yang besarmemungkinkanmenimbulkanbenturan yang kerasdanmenimbulkansuaraberisik. Pelumasberfungsiuntukmelapisiantarabagiantersebutdanmeredambenturan yang terjadisehinggasuaramesinlebihhalus.
c. Sebagai anti karat
Sistempelumasberfungsiuntukmelapisilogamdenganoli, sehinggamencegahkontaklangsungantarlogamdenganudaramaupunmaupun air danterbentuknya karat dapatdihindari.

C.    Mekanisme Pelumasan

Proses pelumasanadalahsepertipadagambar 5, yang merupakansuatubidangbantalan, denganruangantara (clearance)dilukiskansecaraberlebihan, untuksekedarilustrasi. Minyakpelumasmembasahikeduapermukaan.Minyakpelumasdapatdikatakanterdiridarilapisan-lapisan, dangaristitik horizontal melukiskanbatas-batasdarilapisanminyaktadi.
Padagambar 5a.permukaanbantalanadalahsejajar, permukaanatastinggaldiamsedang, permukanbawahbergerakdengankecepatantetapdansejajardenganpermukaan. Tidakadagaya normal terhadapkeduapermukaan. Keduapermukaandipisahkanolehsuatu film minyakdenganketebalan yang samalapisanminyakpelumas yang menempelpadapermukaanbawahakanbergerakdengankecepatan yang samadengankecepatanpermukaanbawah.
Padagambar 5b.keduapermukaandalamkeadaanberhenti, adagaya normal padakeduapermukaan, sehinggaminyakpelumascenderungterdesakkeluar. Dan besarnyakecepatan  padamasing-masinglapisan di lukiskanlagidenganvektor-vektor.
            Padagambar 5c.merupakankombinasipadagambar 4a dan 4b. padakecepatanminyakpelumaspadatiaptitikdarilapisanditentukandenganmenjumlahvektor-vektorpadamasing-masingtitikpadakondisigambar 4a dangambar 5b.
Padagambar 5d.permukaanatastidakditahansejajardenganpermukaanbawah, tetapi di buatsedikit miring. Makabentuk film minyakpelumasjadisepertibentukbaji.Sehinggaakibatkemiringaniniminyakpelumasdapatmengalirsecaraterusmenerus, danintegrasikecepatanaliran film minyakpelumaspadapermukaandansepanjangbantalanadalahtetap, danmenjaminpemisahankeduapermukaan.
Aliranminyakpelumasdanvariasitekananpadablok yang miring darisebuah thrust blokterlihatpadagambar 6.
Gambar 5.BaganAliranMinyakPelumas

Gambar6. Pendinginan minyak pelumas

D.    Macam-macam Sitem Pelumasan
1. Jenispercik( splash type)
Padajenisinistangseherdilengkapidengansendok yang beradapadaujungbagianbawahdaristangseher .Sehinggasaat  mesinberputar, makasendokpemercikakanmemercikanoli yang di bakolikedindingsilinderdan bearing. Jenisinimemilikikonstruksi yang sangatsederhana ,namunsulituntukmelumasibagian - bagian yang memilikicelahlebihsempit. Sistempelumasanpercikadalahsistempelumasandenganmemanfaatkangerakandaribagian yang bergerakuntukmemercikanminyakpelumaskebagian-bagian yang memerlukanpelumasan, misal: porosengkolberputarsambilmemercikanminyakpelumasuntukmelumasidindingsilinder.

Cara kerja :
Saatmesinhidup, porosengkolberputar, bagianporosengkol yang menyerupaisendokmembawaminyakpelumasdanakhirnyaminyakpelumasmemercikkeatasmelumasidindingsilinder.
2. Jenistekanan( pressure feed type )
Padajenisinisistempelumasanmenggunakanpompaoli yang bergunauntukmensirkulasikanminyakpelumas.  Jenisinilah yang sekarangdigunakanpadakendaraanbaikmobilataupunsepeda motor.
Adapunpompaoli yang digunakanadabermacam - macamyaitu : 
a. model rodagigi ( gear type )
b. model trocoid

Minyakpelumas di dalamkarterdihisapdanditekankedalambagian-bagian yang dilumasidenganmenggunakanpompaoli.Sistempelumasaninisangatcocokuntukmelumasibagian-bagianmesin yang sangatpresisi.Aliranminyakpelumastergantungpadajumlahputaranmesin, halinidikarenakanpompaolidiputarkanolehmesin.Sistempelumasaninidigunakanpadamesin 4 takdanmemilikikelebihanpelumasanmeratadanteratur.Minyakpelumas yang telahmelumasibagian-bagianmesinakankembalikekarterkembali.


3. Jeniskombinasi
Padasistempelumastipeiniadalahpenggabungandarisistempelumastipe 1 dantipe2 .

E. Komponen Sistem Pelumasan

a. Oil Pressure Switch
Suatukomponen yang berfungsisebagai switch yang mengaktifkanlampuperingatanbilatekananolitidaktercukupipadasaatmesinmobildinyalakan.

b. Oil Pump
Suatukomponen yang berfungsiuntukmenarikoli yang berada di Oil Pump danmemompaolitersebutkeseluruhbagianmesinmobil.
c. Relief Valve
Komponeninibekerjauntukmembebaskantekananpadasaat Oil Pump mempunyaitekanan yang berlebihan.


d. Oil Strainer
Komponen yang berupasaringanolidanterpasang di saluranmasukoliuntukmemisahkanpartikel yang besardarioli.
e. Oil Filter
Komponeniniberfungsisebagaipenyaringkotoran yang tidakdiinginkandariolimesin yang secarabertahapakanterkontaminasidengankotoranbesidanlainnya.




























V.                KESIMPULAN

Setelah melakukan pembahasan mengenai sistem pelumasan pada mesin motor bakar, maka dapat disimpulkan bahwa :
·         Hampir semua bagian mesin yang melakukan pergerakan dan mengalami gesekan perlu untuk dilumasi,
·         Fungsi pelumasan secara umum yaitu mengurangi gesekan, sebagai peredam, dan sebagai anti karat serta memperlancar kinerja mesin itu sendiri.
·         Ada tiga macam pelumasan yaitu jenis percik, jenis tekanan, dan jenis kombinasi





















DAFTAR PUSTAKA

Catur, S. A. dan Djunaidi. 2008. Kegiatan Pelumasan Pada Peralatan Reaktor Serba Guna G. A. Siwabessy.

Soedarmanto, 1977. Motor Bakar Jilid I. Karya Remadja. Bandung.

Teiseran, Martin., 1995 Merawat dan Memelihara Mobil. Kanisius. Yogyakarta.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar