SISTEM
PELUMASAN
(Laporan Praktikum Motor Bakar dan
Traktor Pertanian)
Oleh :
Kelompok I
ADE TIYA APRIANI (1314071001)
ADITYA HARI PRABOWO ( 1314071002)
AGUNG PRATAMA (1314071003)
AHMAD SYAHABUDIN (1314071004)
AN’NISA NUR RACHMAWATI (1314071005)
Jurusan Teknik
Pertanian
Fakultas
Pertanian
Universitas
Lampung
2014
I.
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Sebuah mesin motor
bakar yang bekerja terus menerus akan menyebabkan mesin tersebut menjadi cepat
panas, kehilangan daya, mesin cepat rusak bahkan terbakar. Olehkarena itu,
sebuah mesin motor bakar membutuhkan sistem pelumasan untuk mendinginkan,
memperlancar atau menstabilkan kinerja mesin tersebut dan juga membuat mesin
tersebut lebih awet .
Alat-alat yang terdapat
di dalam sebuah mesin motor bakar memiliki posisi saling berdekatan dan bila
bergerak akan menimbulkan gesekan. Gesekan-geskan itu dapat menyebabkan mesin
panas, haus, dan dapat kehilangan daya. Oleh karna itu diperlukan pelumas untuk
dapat mengurangi gesekan dan mesin dapat bekerja dengan lancar. Pelumas ini
digunakan untuk dapat memperlancar dan menstabilkan kinerja mesin tersebut. Untuk
mengetahui lebih lanjut tentang sistem pelumasan pada sebuah mesin motor
bakar,maka akan dilakukan pembelajaran terhadap sistem pelumasan pada mesin motor
bakar.
B. Tujuan
Praktikum
Adapun tujuan
dilakukannya praktikum kali ini yaitu untuk mengetahui lebih lanjut mengenai
fungsi, bagian-bagian, dan prinsip kerja sistem pelumasan.
II.
TINJAUAN
PUSTAKA
Padadasarnyapelumasanadalahpemisahandariduapermukaanbendapadat
yang begeraksecaratangensialterhadapsatusama lain
dengancaramenempatkansuatuzatdiantarakeduabendapadattadiyang :
a.
Mempunyaijumlah yang
cukupdansecaraterusmenerusdandapatmemisahkankeduabendasesuaidengankondisibebandansuhu.
b.
Tetapmembasahipermukaankeduabenda.
c.
Mempunyaisifatnetralsecarakimiaterhadapkeduabenda.
d.
Mempunyaikomposisitetapstabilsecarakimiapadakondisioperasional.
Tujuan pelumasan yang pertama
adalah mengurangi gesekan, gesekan langsung antara dua permukaan bagian-bagian
mesin yang bergerak. Dengan adanya lapisan pelumas diantara dua permukaan benda
tadi, maka gesekan tidak menjadi langsung, tetapi didasari/dialasi oleh
lapisan minyak pelumas sehingga dapat mengurangi tahanan gesek atau perlawanan
gerak. Kedua adalah mengurangi keausan, berkurangnya
keausan akan memperoleh keuntungan ganda antara lain, mencegah biaya yang
tinggi dari penggantian suku cadang (spare part) yang aus. Ketiga
mengurangi panas, untuk memelihara suhu yang
dikehendaki sekitar bagian-bagian mesin yang dilumasi tersebut, maka panas yang
diserap bergantung kepada kemampuan dan proses pelumasan yang digunakan. Keempat mencegah
karat, dengan adanya pelumas atau gemuk maka bagian-bagian mesin atau
permukaan logam tersebut terlindungi dari pengaruh proses pengkaratan (Catur
dan Djunaidi, 2008).
Sistem pendinginan yang terdapat pada motor berfungsi
untuk membuang kelebihan panas dari silinder, kepala silinder, torak, ring
torak klep dan bagian-bagian lain dengan tingkat kelajuan tertentu, tetapi
harus mempertahankan suhu kerja motor yang efisien. Sistem
pendinginan dapat dibedakan menjadi tiga macam: sistem pendingin udara, sistem
pendingin cairan dan sistem yang merupakan kombinasi dari sistem udara dan
cairan (Soedarmanto, 1977).
Sistem pendingin memainkan peranan penting dalam
bekerjanya mesin secara kontinyu dan berdaya. Sistem pendingin yang utama pada
kendaraan adalah pendingin air dan udara serta oli pelumas. Air selalu
merupakan komponen pendingin yang patut mendapat perhatian. Disamping itu ada
pipa radiator, bagian ini berfungsi sebagai pendingin air motor baker. Air yang
panas akibat pembakaran dalam silinder dipompa ke bagian ini untuk didinginkan.
Kendaran yang brjalan akan dihembus angina ke kisi-kisi radiator. Apabila
kisi-kisi rsdiator telah rusak atau tertutup debu maupun serangga dan lumut,
udara tidak bisa melewatinya (Teiseran, 1995).
Tujuan pelumasan yang pertama
adalah mengurangi gesekan, gesekan langsung antara dua permukaan bagian-bagian
mesin yang bergerak. Dengan adanya lapisan pelumas diantara dua permukaan benda
tadi, maka gesekan tidak menjadi langsung, tetapi didasari/dialasi oleh
lapisan minyak pelumas sehingga dapat mengurangi tahanan gesek atau perlawanan
gerak. Kedua adalah mengurangi keausan, berkurangnya
keausan akan memperoleh keuntungan ganda antara lain, mencegah biaya yang
tinggi dari penggantian suku cadang (spare part) yang aus. Ketiga
mengurangi panas, untuk memelihara suhu yang
dikehendaki sekitar bagian-bagian mesin yang dilumasi tersebut, maka panas yang
diserap bergantung kepada kemampuan dan proses pelumasan yang digunakan. Keempat mencegah
karat, dengan adanya pelumas atau gemuk maka bagian-bagian mesin atau
permukaan logam tersebut terlindungi dari pengaruh proses pengkaratan (Catur
dan Djunaidi, 2008).
III.
METODOLOGI PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum ini di lakukan pada hari
Senin tanggal 22 September 2014 pukul 15.00 WIB di Laboratorium Daya dan Alat
Mesin Pertanian, jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas
Lampung.
B. Alat dan Bahan
IV.
PEMBAHASAN
A.
Bagian
yang Perlu Dilumasi
Adapun bagianbagian
yang pentingdarimotor bakar yang memerlukanpelumasanadalah
1. Dindingsilinderdantorak
2. Bantalanporosengkoldanbatangpenggerak
3. Bantalanporoskam
4. Mekanismekatup
5. Pena poros
6. Kipaspendingin
7. Pompa
8. Mekanismepengapian
B.
FungsiPelumasan
a. Mengurangigesekan
Mesinsepeda motor terdiridaribeberapakomponen,
terdapatkomponen yang diamdanada yang bergerak. Gerakan omponensatudengan
yang lain akanmenimbulkangesekan, dangesekanakanmengurangitenaga,
menimbulkankeausan, menghasilkankotoran danpanas.
Gunamengurangigesekanmakaantarabagian yang bergesekandilapisiolipelumas (oil
film).
b. Sebagaiperedam
Piston, batang piston dan porosengkolmerupakan
bagianmesinmenerimagaya yang berfluktuasi, sehinggasaatmenerimagayatekan yang
besarmemungkinkanmenimbulkanbenturan yang kerasdanmenimbulkansuaraberisik.
Pelumasberfungsiuntukmelapisiantarabagiantersebutdanmeredambenturan yang
terjadisehinggasuaramesinlebihhalus.
c. Sebagai anti karat
Sistempelumasberfungsiuntukmelapisilogamdenganoli, sehinggamencegahkontaklangsungantarlogamdenganudaramaupunmaupun
air danterbentuknya karat dapatdihindari.
C. Mekanisme Pelumasan
Proses
pelumasanadalahsepertipadagambar 5, yang merupakansuatubidangbantalan,
denganruangantara (clearance)dilukiskansecaraberlebihan,
untuksekedarilustrasi.
Minyakpelumasmembasahikeduapermukaan.Minyakpelumasdapatdikatakanterdiridarilapisan-lapisan,
dangaristitik horizontal melukiskanbatas-batasdarilapisanminyaktadi.
Padagambar 5a.permukaanbantalanadalahsejajar, permukaanatastinggaldiamsedang,
permukanbawahbergerakdengankecepatantetapdansejajardenganpermukaan.
Tidakadagaya normal terhadapkeduapermukaan. Keduapermukaandipisahkanolehsuatu
film minyakdenganketebalan yang samalapisanminyakpelumas yang
menempelpadapermukaanbawahakanbergerakdengankecepatan yang
samadengankecepatanpermukaanbawah.
Padagambar 5b.keduapermukaandalamkeadaanberhenti, adagaya
normal padakeduapermukaan, sehinggaminyakpelumascenderungterdesakkeluar. Dan
besarnyakecepatan padamasing-masinglapisan di lukiskanlagidenganvektor-vektor.
Padagambar 5c.merupakankombinasipadagambar 4a dan 4b.
padakecepatanminyakpelumaspadatiaptitikdarilapisanditentukandenganmenjumlahvektor-vektorpadamasing-masingtitikpadakondisigambar
4a dangambar 5b.
Padagambar 5d.permukaanatastidakditahansejajardenganpermukaanbawah,
tetapi di buatsedikit miring. Makabentuk film
minyakpelumasjadisepertibentukbaji.Sehinggaakibatkemiringaniniminyakpelumasdapatmengalirsecaraterusmenerus,
danintegrasikecepatanaliran film minyakpelumaspadapermukaandansepanjangbantalanadalahtetap,
danmenjaminpemisahankeduapermukaan.
Aliranminyakpelumasdanvariasitekananpadablok yang miring
darisebuah thrust blokterlihatpadagambar 6.
Gambar 5.BaganAliranMinyakPelumas
Gambar6.
Pendinginan minyak pelumas
D. Macam-macam Sitem Pelumasan
1. Jenispercik( splash
type)
Padajenisinistangseherdilengkapidengansendok yang
beradapadaujungbagianbawahdaristangseher .Sehinggasaat mesinberputar,
makasendokpemercikakanmemercikanoli yang di bakolikedindingsilinderdan bearing.
Jenisinimemilikikonstruksi yang sangatsederhana ,namunsulituntukmelumasibagian
- bagian yang memilikicelahlebihsempit.
Sistempelumasanpercikadalahsistempelumasandenganmemanfaatkangerakandaribagian
yang bergerakuntukmemercikanminyakpelumaskebagian-bagian yang
memerlukanpelumasan, misal:
porosengkolberputarsambilmemercikanminyakpelumasuntukmelumasidindingsilinder.
Cara kerja :
Saatmesinhidup, porosengkolberputar, bagianporosengkol yang menyerupaisendokmembawaminyakpelumasdanakhirnyaminyakpelumasmemercikkeatasmelumasidindingsilinder.
Saatmesinhidup, porosengkolberputar, bagianporosengkol yang menyerupaisendokmembawaminyakpelumasdanakhirnyaminyakpelumasmemercikkeatasmelumasidindingsilinder.
2.
Jenistekanan( pressure feed type )
Padajenisinisistempelumasanmenggunakanpompaoli
yang bergunauntukmensirkulasikanminyakpelumas. Jenisinilah yang
sekarangdigunakanpadakendaraanbaikmobilataupunsepeda motor.
Adapunpompaoli yang
digunakanadabermacam - macamyaitu :
a. model rodagigi ( gear type )
b. model trocoid
b. model trocoid
Minyakpelumas di
dalamkarterdihisapdanditekankedalambagian-bagian yang
dilumasidenganmenggunakanpompaoli.Sistempelumasaninisangatcocokuntukmelumasibagian-bagianmesin
yang sangatpresisi.Aliranminyakpelumastergantungpadajumlahputaranmesin,
halinidikarenakanpompaolidiputarkanolehmesin.Sistempelumasaninidigunakanpadamesin
4 takdanmemilikikelebihanpelumasanmeratadanteratur.Minyakpelumas yang
telahmelumasibagian-bagianmesinakankembalikekarterkembali.
3. Jeniskombinasi
Padasistempelumastipeiniadalahpenggabungandarisistempelumastipe
1 dantipe2 .
E. Komponen Sistem Pelumasan
a.
Oil Pressure Switch
Suatukomponen
yang berfungsisebagai switch yang mengaktifkanlampuperingatanbilatekananolitidaktercukupipadasaatmesinmobildinyalakan.
b.
Oil Pump
Suatukomponen yang
berfungsiuntukmenarikoli yang berada di Oil Pump
danmemompaolitersebutkeseluruhbagianmesinmobil.
c. Relief Valve
Komponeninibekerjauntukmembebaskantekananpadasaat
Oil Pump mempunyaitekanan yang berlebihan.
d. Oil Strainer
Komponen yang
berupasaringanolidanterpasang di saluranmasukoliuntukmemisahkanpartikel yang
besardarioli.
e. Oil Filter
Komponeniniberfungsisebagaipenyaringkotoran
yang tidakdiinginkandariolimesin yang
secarabertahapakanterkontaminasidengankotoranbesidanlainnya.
V.
KESIMPULAN
Setelah melakukan pembahasan
mengenai sistem pelumasan pada mesin motor bakar, maka dapat disimpulkan bahwa
:
·
Hampir
semua bagian mesin yang melakukan pergerakan dan mengalami gesekan perlu untuk
dilumasi,
·
Fungsi
pelumasan secara umum yaitu mengurangi gesekan, sebagai peredam, dan sebagai
anti karat serta memperlancar kinerja mesin itu sendiri.
·
Ada
tiga macam pelumasan yaitu jenis percik, jenis tekanan, dan jenis kombinasi
DAFTAR PUSTAKA
Catur, S. A.
dan Djunaidi. 2008. Kegiatan Pelumasan Pada Peralatan Reaktor Serba Guna G. A.
Siwabessy.
Soedarmanto, 1977. Motor Bakar Jilid I. Karya
Remadja. Bandung.
Teiseran, Martin., 1995 Merawat dan Memelihara Mobil.
Kanisius. Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar