Minggu, 13 Desember 2015

Pengenalan Las Busur Listrik




PENGENALAN LAS BUSUR LISTRIK
(Laporan Praktikum Perbengkelan)



Oleh:

Ahmad Syahabudin
1314071004


 



LABORATORIUM DAYA ALAT DAN MESIN PERTANIAN
JURUSAN TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2015



BAB I
PENDAHULUAN


1.1.       Latar Belakang

Pada era serba teknologi ini teknik pengelasan sangat diperlukan untuk berbagai proses pengerjaan industri seperti, pemotongan logam dan penyambungannya, konstruksi bangunan baja, dan konstruksi permesinan yang memang tidak dapat dipisahkan dengan teknologi manufaktur. Teknologi pengelasan termasuk yang paling banyak digunakan karena memiliki beberapa keuntungan seperti bangunan dan mesin yang dibuat dengan teknik pengelasan menjadi ringan dan lebih sederhana dalam proses pembuatannya. Kualitas dari hasil pengelasan sangat tergantung pada keahlian dari penggunanya dan persiapan sebelum pelaksanaan pengelasaan.

Pengelasan adalah suatu proses penyambungan logam  menjadi satu akibat panas dengan atau tanpa pengaruh tekanan atau dapat juga didefinisikan sebagai ikatan metalurgi yang ditimbulkan oleh gaya tarik menarik antara atom. Secara umum pengelasan dapat didefinisikan sebagai penyambungan dari beberapa batang logam dengan memanfaatkan energi panas.

Saat ini terdapat sekitar 40 jenis pengelasan. Dari seluruh jenis pengelasan tersebut hanya dua jenis yang paling populer di Indonesia yaitu pengelasan dengan menggunakan busur nyala listrik (Shielded metal arc welding/SMAW) dan las karbit (Oxy acetylene welding/OAW).

Berdasarkan penjelasan diatas, maka penting dilakukan praktikum pengenalan tentang las busur listrik. Hal ini bertujuan untuk mengenal dan memahami prinsip kerja dari las itu sendiri dan tau hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat praktik pengelasan.


1.2.       Tujuan

Adapun tujuan dari praktikum kali yaitu sebagai berikut :
1.      Mengetahui prinsip kerja las listrik.
2.      Mengetahui mesin dan peralatan las listrik.
3.      Mengetahui beberapa teknik dasar dalam pengerjaan las listrik.
4.      Mampu mengamati mutu pekerjaan las listrik.
5.      Memahami aspek-aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang berkaitan dengan pengerjaan las listrik.













BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


Las listrik adalah suatu proses penyambungan logam dengan menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas. Jenis sambungan dengan las Iistrik ini adalahmerupakan sambungan tetap.Pada pengelasan dengan las listrik, panas yangdihasikan berasal dari busur listrik yang timbul dari menempelnya benda kerjadengan elektroda. Elekttroda pengisian dipanaskan mencapai titik cair dan diendapkan pada sambungan, hingga terbentuk sambungan las. Panas yangdihasilkan oleh busur listrik mencapai 5500 derjat Celsius.Pada saat pengelasan menggunakan las listrik, dilepaskan energi dalam jumlah yang sangat besar dalam bentuk panas dan cahaya ultraviolet.(Wahid,2015)

Keuntungan – keuntungan mesin las AC antara lain : Busur nyala kecil, sehingga memperkecil kemungkinan timbunya keropos pada rigi-rigi las Perlengkapan dan perawatan lebih murah Mesin las listrik – Rectifier arus searah (DC) Mesin ini mengubah arus listrik bolak-balik (AC) yang masuk, menjadi arus listrik searah (DC) keluar. Pada mesin AC, kabel masa dan kabel elektroda dapat dipertukarkan tanpamempengaruhi perubahan panas yang timbul pada busur nyala. Keuntungan-keuntungan mesin las DC antara lain : Busur nyala stabil Dapat menggunakan elektroda bersalut dan tidak bersalut Dapat menggunakan elektroda bersalut dan tidak bersalut Dapat mengelas pelat tipis dalam hubungan DCRP Dapat dipakai untuk mengelas pada tempat-tempat yang lembab dan sempit 3.(Markazuna,2012)

Mesin las busur listrik dapat mengalirkan arus listrik cukup besar tetapi dengan tegangan yang aman (kurang dari 45 volt). Busur listrik yang terjadi akan menimbulkan energi panas yang cukup tinggi sehingga akan mudah mencairkan logam yang terkena. Besarnya arus listrik dapat diatur sesuai dengan keperluan dengan memperhatikan ukuran dan type elektrodanya.Ada tiga jenis elektroda logam, yaitu elektroda polos, elektroda fluks dan elektroda berlapis tebal. Elektroda polos terbatas penggunaannya, antara lain untuk besi tempa dan baja lunak. Biasanya digunakan polaritas langsung. Mutu pengelasan dapat ditingkatkan dengan memberikan lapisan fluks yang tipis pada kawat las. Fluks membantu melarutkan dan mencegah terbentuknya oksida-oksida yang tidak diinginkan. Tetapi kawat las berlapis merupakan jenis yang paling banyak digunakan dalam berbagai pengelasan komersil.(Januar,2008)
Pada prinsipnya arus listrik yang mempunyai arus besar ini adalah menimbulkan bunga api pada elektroda las yang berhubungan dengan bagian yang akan disambung (dilas) sehingga terjadilah panas yang tinggi untuk dapat melelehkan logam tersebut sampai mencair dan berpadu menjadi satu, loncatan bungan api listrik tersebut kita sebut dengan istilah busur nyala las, busur tersebut bisa terjadi jika dibuat jarak tertentu antara elektroda dengan benda kerja dan kabel massa yang dijepitkan ke benda kerja.(Purnomo,2011)











BAB III
METODOLOGI


3.1. Waktu dan Tempat

Praktikum ini di lakukan pada hari jumat, 10 April 2015 pada pukul 15.00 -17.00. bertempat di Laboratorium Daya, Alat, dan Mesin pertanian jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

3.2. Alat dan Bahan.
Adapun alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu las busur listrik( trafo dan penjepit elektroda), palu las, topeng las. Sedangkan bahan yang digunakan adalah besi siku.

3.3. Prosedur Kerja

Disiapkan alat dan bahan praktikum.
Dicek las listrik apakah sudah berfungsi dengan baik.
Diperhatikan keamanan agar saat praktik aman.
Diatur tegangan listrik sesuai yang dibutuhkan.
Dipasang elektoda pada penjepit dengan benar.
Dilakukan pengelasan secara bergantian.
 









































BAB IV
PEMBAHASAN


 
Pengelasan busur adalah pengelasan dengan memanfaatkan busur listrik yang terjadi antara elektroda dengan benda kerja. Elektroda dipanaskan sampai cair dan diendapkan pada logam yang akan disambung sehingga terbentuk sambungan las. Mula-mula elektroda kontak/bersinggungan dengan logam yang dilas sehingga terjadi aliran arus listrik, kemudian elektroda diangkat sedikit sehingga timbullah busur. Panas pada busur bisa mencapai 5.500 oC.

        Las busur bisa menggunakan arus searah maupun arus bolak-balik. Mesin arus searah dapat mencapai kemampuan arus 1000 amper pada tegangan terbuka antara 40 sampai 95 Volt. Pada waktu pengelasan tegangan menjadi 18 sampai 40 Volt. Ada 2 jenis polaritas yang digunakan yaitu polaritas langsung dan polaritas terbalik. Pada polaritas langsung elektroda berhubungan dengan terminal negatif sedangkan pada polaritas terbalik elektroda berhubungan dengan terminal positif.

Las busur listrik adalah termasuk suatu proses penyambungan logam dengan menggunakan tanaga listrik sebagai sumber panas. Jenis sambungan las dengan las busur listrik ini adalah merupakan sambungan tetap/permanen. Ada dua macam mesin las, yaitu mesin las DC (direct current - mesin las arus searah) dan mesin las AC (alternating current - mesin las arus bolak-balik). Disini mesin yang akan dipergunakan adalah mesin las AC. Mesin las listrik dapat mengalirkan arus listrik yang cukup besar tetapi dengan tegangan yang aman yaitu kurang dari 45 volt, jadi tidak terlalu berpengarung besar/fatal jika kita tersetrum.

Perlengkapan las yang terutama untuk melakukan pengerjaan pengelasan adalah sebagai berikut : 
1.      Pembangkit listrik
 
Pada praktikum ini arus yang digunakan adalah arus AC. Pesawat arus bolak-balik pada dasarnya merupakan suatu transformator “step-down” yang dapat mengubah tegangan arus listrik misalnya listrik permulaan (120 atau 220 Volt) menjadi tegangan kecil yang menghasilkan arus besar yang sesuai untuk pekerjaan mengelas.

2.      Pemegang elektroda
Perlengkapan ini berfungsi untuk menjepit atau memegang elektroda. Alat ini harus memenuhi syarat diantaranya tidak mudah panas, ringan, dan isolator cukup aman bagi sipemakai. 


 
3. Topeng las

Seperti telah dikemukakan bahwa bunga api las menghasilkan jenis-jenis sinar berbahaya terutama mata dan kulit. Oleh karena itu diperlukan alat pelindung khusus yang berupa kaca mata hitam yang terpasang pada helm/topeng muka.

4. Elektroda

Elektroda atau kawat las tersedia dalam ukuran standar, baik dimensi ataupun jenis bahanya. Pada prisipnya jenis bahan elektroda hampir serupa dengan bahan logam yang akan di las beberapa macam elektroda untuk penggunaan khusus misalnya untuk lapisan permukaan, las tembaga dan paduan tembaga, alumunium, besi tuang, mangan, paduan nikel dan baja nikel – mangan. Dalam mengelas posisi elektroda harus tegak lurus dan miring 700-800 untuk menghasilkan alur lasan yang baik.







6.      Lain-lain

Perlengkapan tambahan yang diperlukan ialah palu las, alat ini berguna untuk melepaskan kerak pada permukaan yang di las. Tang, untuk memegang benda kerja setelah dilas. Sikat kawat, utuk membersihkan sisa terak.

Untuk menghindari kecelakaan kerja prosedur keselamatan kerja perlu dilaksanakan antara lain sebagai berikut :
a)      Gunakan sepatu saat pelaksanaan praktikum.
b)       Gunakan topeng las saat mengelas.
c)      Hindari kontak/hubungan singkat antara kabel terminal mesin las dalam jangka waktu yg cukup lama.
d)     Gunakan sarung tangan/tang saat akan mengangkat atau memegang benda kerja yang bar.
e)      Jangan bercanda saat praktikum.




















BAB V
KESIMPULAN


Adapun kesimpulan pada praktikum kali ini yaitu :
1.      Pengelasan dengan las listrik menggunakan tegangan listik yang tinggi, sehing perlu diperhatikan keamanan saat praktik berlangsung.
2.      Ada dua macam mesin las, yaitu mesin las DC (direct current - mesin las arus searah) dan mesin las AC (alternating current - mesin las arus bolak-balik).
3.      ialah palu las, alat ini berguna untuk melepaskan kerak pada permukaan yang di las.


DAFTAR PUSTAKA



Januar.Sutrisnoyayan.2008.’Las Busur Listrik’.https://januarsutrisnoyayan.wordpress.com/2008/11/29/las-busur-listrik/.Diakses pada tanggal 14 April 2015.

Markazuna.2012.’Makalah Las Listrik & Las Gas’.http://lasmarkazuna.blogspot.com/2012/07/makalah-las-listrik-las-gas.html.Diakses pada tanggal 14 April 2015.

Purnomo.AgusJoko.2011.’Laporan Praktek Penyambungan’.http://insanubari.blogspot.com/2011/06/laporan-praktek-penyambungan.html.Diakses pada tanggal 14 April 2015.